Maret 2014, Bismillah.

Tidak mudah untuk akhirnya dapat sampai pada keputusan itu.

Untuk setiap cerita yang dimulai, akan selalu ada konsekuensi yang nantinya akan dan harus diterima. Bismillah. Aku memutuskan untuk memulai percaya, meski aku memiliki opsi untuk tidak memilih untuk percaya…

Aku memutuskan memulai percaya, bahwa setiap perkataan dari bibir itu adalah tulus dan benar, tanpa ada yang sengaja tidak dinyatakan, tanpa ada yang hanya merupakan polesan kata. Aku memutuskan memulai percaya, bahwa tidak akan keluar kata-kata yang menyakitkan dan berkebalikan dari pernyataan awal itu, suatu saat nanti. Aku memutuskan memulai percaya, bahwa aku akan dapat selalu mempercayaimu dan mengandalkanmu. Aku memutuskan memulai percaya, bahwa untuk setiap konsekuensi yang muncul nanti, akan selalu ada kamu, yang dapat melindungi, mendampingi, serta membimbingku.

Aku memutuskan untuk memulai percaya, bahwa setiap cerita yang nantinya akan kita bagi di antara kita hanyalah ada hanya untuk kita, bukan untuk dibagi dengan mereka di luar kita, tidak peduli bagaimanapun keadaan kita nantinya. Aku memutuskan untuk memulai percaya, bahwa untuk setiap permasalahan yang mungkin muncul nanti, cukup kita, yang bersama menyelesaikannya dengan selalu mengingat awal cerita kita.

Aku memutuskan memulai percaya, bahwa kamu akan dan dapat  selalu berusaha menjadi kamu yang terbaik, bukan karena dan untuk aku, tetapi karena dan untuk dirimu sendiri, serta karena dan untuk Tuhanmu. Aku juga akan selalu berusaha menjadi aku yang terbaik, karena dan untuk diriku sendiri, serta karena dan untuk Tuhanku. Dengan demikian, beriringan, kita akan dapat menjadi diri kita yang selalu lebih baik lagi, untuk satu sama lain.. Indah bukan? 🙂

Terakhir, untuk setiap kepercayaanku itu, aku memutuskan untuk memulai percaya bahwa ada kamu, yang akan dapat selalu menjaganya. Insya Allah. Amien.

Jogjakarta, 22 Maret 2014

Untuk kamu, keputusanku. Bismillah. 🙂

Advertisements

Sammy Simorangkir- Kau harus bahagia

Kau Harus Bahagia
Aku sadari mungkin ini suratan takdirku
Kau dan aku tak mungkin bersatu
Walau hati trus menangis

Tak ku sesali semua kisah yang telah terjadi
Ku biarkan waktu menemani
Hati yang dirundung sepi

Maafkan kejujuran ku walau menyakitkan
Dan mungkin takkan bisa
Ku lupakan hingga akhir nanti
Ku lepaskan cinta ini
Ku rela berkorban
Tak mengapa namun kau harus bahagia

Tak ku sesali semua kisah yang telah terjadi
Ku biarkan waktu menemani
Hati yang dirundung sepi

Maafkan ku kejujuran ku walau menyakitkan
Dan mungkin takkan bisa
Ku lupakan hingga akhir nanti
Ku ku lepaskan cinta ini
Ku rela berkorban
Tak mengapa namun kau harus bahagia

Dan mungkin takkan bisa
Ku lupakan hingga akhir nanti
Ku lepaskan cinta ini
Ku rela berkorban
Tak mengapa namun kau harus bahagia

Tak kan bisa ku lupakan
Hingga akhir nanti
Ku lepaskan cinta ini
Ku rela berkorban
Tak mengapa namun kau harus bahagia
Tak mengapa namun kau harus bahagia

Menjelang dua dua…

Menjelang dua dua.

 

Pertanyaan tahunan yang selalu muncul menjelang pertambahan usia saya:

1. Sudah sejauh apa berjalan?

2. Target dan janji setahun lalu apa saja yang belum sempat dimulai untuk diupayakan sampai selesai agar dapat dicapai?

3. Mau ke mana melanjutkan perjalanan ?

 

Pertanyaan-pertanyaan tersebut memang sederhana. Namun, pertanyaan-pertanyaan tersebut memerlukan waktu yang tidak sebentar untuk dapat saya jawab.

 

1. Sudah sejauh apa berjalan?

Janji saya pada diri sendiri untuk memulai kursus bahasa Perancis akhirnya sudah saya tepati. Alhamdulillah. Janji pada diri sendiri untuk memenuhi target score TOEFL > 550 juga alhamdulillah sudah dapat tercapai dengan sangat bekerja keras :’). Impian untuk kuliah di UGM alhamdulillah juga tercapai. Janji untuk meningkatkan life skill mengendarai motor dan mobil juga sudah dicicil secara bertahap, meskipun perkembangannya masih bertahap. Janji untuk mulai tidak cuek lagi pada penampilan dan perawatan tubuh juga sudah saya lakukan, meskipun masih belum konsisten setiap hari dilakukan. Janji untuk lebih bermanfaat bagi sekitar& memulai aksi mengajak sekeliling untuk voluntary gerakan sosial juga alhamdulillah sudah dilakukan, akhirnya passion yang sempat tertunda saat pengerjaan skripsi dapat dilakukan rutin lagi setelah lulus S1 :’) . Janji untuk mulai mengikuti lagi kompetisi-kompetisi yang terkait dengan bidang keilmuan yang ditekuni juga alhamdulillah sudah ditepati. Janji belajar menghafal jalan juga sudah sedikit demi sedikit dilakukan, meskipun belum signifikan perkembangannya. Janji terkait permasalahan ibadah& keagamaan juga alhamdulillah mulai konsisten peningkatannya. Belajar ikhlas, sabar, diam, selalu senyum, keep positive thinking, dan kontrol diri,  masih berjalan hingga saat ini meskipun masih seringkali baaaanyaaaaaaaak hambatan dan godaannya. Janji untuk ikut organisasi di posisi yang terkait bidang HR dan penulisan artikel inspiratif alhamdulillah juga sudah ditepati. Janji ke diri sendiri  sama Allah buat putus (yang notabene sangat menguji keikhlasan) akhirnya (dengan cara yang bikin nyeseg sekaligus speechless) dicapai.. (hmm.. Mungkin emang cara Tuhan ‘nagih’ janji kami adalah dengan cara seperti itu..keras dan bikin ketampar banget : jawaban instant atas doa-doa pertanyaan di tanah suci). Janji minta maaf terlebih dahulu ke orang-orang yang pernah sangat menyakiti hati juga sudah dilakukan, alhamdulillah hati lebih lega, meskipun sangat menguji kekuatan batin, keikhlasan, dan kesabaran… :’)))).  Janji untuk lebih nurutin hati nurani juga alhamdulillah sudah lebih banyak dilakukan. Janji tingkatin busana hijab ke beneran syariah…masih pelan pelan bangetttttttt, duh Gusti, ngapuro…. :’).

 

2. Target setahun lalu apa saja yang belum sempat dimulai untuk diupayakan sampai selesai agar dapat dicapai?

– Janji bikin komunitas social voluntary

– Janji untuk mulai aktif lagi kursus tari tradisional

– Janji untuk perjuangin beasiswa studi ke luar negeri

– Janji untuk diet, balik ke 50 kg lagi!

– Janji untuk rutin lagi olahraga min 3x seminggu!

– Janji untuk rutin nge-salon. Hahahaha!

– Janji rutin service si motor kesayangaan ;DD

– Janji buat lanjutin les LIA, tamatin grade buat sertifikat tuntas sampai level advanced!

– Janji les conversation

– Janji lanjutin les vokal

– Janji mulai les musik

– Janji join seleksi program pertukaran pelajar ke luar negeri lagi

– Janji buat nyoba jadi model foto hijab&wedding hijab. 😀

– Janji bikin satu novel!!!!

– Janji makan teratur, nggak telat, nggak lupa, sehat, nggak seenak-enaknya makan nggak sehat

– Janji minum air putih 3 liter per hari

– Janji kurangin ngopi!!!

– Janji tidur maksimal jam sebelas malem

– Janji nggak ngeforsir badan

– Janji menang juara 1 lomba terkait bidang keilmuan tk. internasional

– Janji start bisnis reseller  fashion product

– Janji ngerapiin nulis catetan 😀

– Janji belajar dari bapak buat  ngurus permasalahan jual beli properti, surat tanah, rumah;  sama belajar ngurus bikin yayasan panti asuhan ke notaris

– Janji belajar trading saham& investasi

– Janji belajar qiroah

– Janji rajin lagi buat sempetin baca berita sama update musik+film RUTINNNN!!

– Janji kumpulin lagi kontak temen-temen yang ada di hape yang ilang/rusak

– Janji hemaaaattttt pas kulineran! :DDDD

– Janji ikut organisasi non kampus

– Janji nyoba jadi parttimer/magang  jadi kontributor/writter

– Janji mau kunjungin panti asuhan ‘anak2 berkebutuhan khusus’ di Bantul

– Janji ‘ngehabisin’ semua pantai di Jogjaa :))

– Janji mau nyoba paralayang, bungee jumping, wall climbing

– Segera tentukan pilihan konsentrasi di MM!

– Bikin tulisan tentang indonesian heritages+social voluntary activities di blog

– Bikin video motivasi buat di share secara berlanjut ke adek2 almamater di spensa dan smansa tentang shortcourse dulu

– kasih foto 63 c ke eyang!

– Belajar pake heels 5-7 cm (-,-)

– Bikin surat ‘wasiat’ ke setiap orang yang dikenal

– No curhat at all, ke siapapun !!!!!!

– Bikin kalender ultah temen-temen

– Masukin tulisan ke KOMPAS!

– Ikut lomba karya tulis

 

3. Mau ke mana melanjutkan perjalanan ?

– Menepati janji-janji yang belum tercapai yang ada di poin dua tadi

– Mau umroh

– Mau ke Gili Bidara

– Naik Gunung

– Paris paris paris!

– Canon EOS 550 D

– Ketemu jodohnya, hehehehe

– Lulus S2 di 22 tahun, Wisudawan terbaik!  pengen lihat bapak ibuk seneng+bangga lihat anaknya kasih pidato wisudaan di MM, sebanding sama biaya yang dikorbanin :”)

– 23 tahun: Pengajar muda Indonesia Mengajar, penempatan di Lombok; UNICEF crew, penempatan di Perancis; satu novel inspiratif diterbitin Gramedia Pustaka Utama.

– 24 tahun: HR/ Marketing/ PR/ Finance officer at BNI 46; trading&investasi; start KPR rumah di Jogjakarta sendiri; punya  mazda 2 warna putih lunas sendiri;

– 25 tahun: Haji; Start bisnis kuliner; Nikah sama jodoh yang terbaik menurut Tuhan yang sesuai dengan yang dingiinkan. Amin. :DD. satu novel diterbitin Gramedia Pustaka Utama;

– 26 tahun: punya sanggar tari tradisional di Jogjakarta, show di Perancis& Belanda; trading expert; Ajak bapak, ibuk, titi jalan2 ke luar negeri free 🙂

– 27  tahun: HR/ Marketing/ PR/ Finance manager at BNI 46; KPR rumah lunas; satu novel diterbitin Gramedia Pustaka Utama.

– 28 tahun: Bikin yayasan panti asuhan di Semarang dan Jogjakarta;

– 29 tahun: 50 cabang bisnis kuliner; bikin sekolah untuk anak jalanan.

– 30 tahun: CEO BNI 46. MERDEKA FINANSIAL! I don’t work for money anymore, money who works for me! 🙂

– 35 tahun: Dosen praktisi UGM; 100 cabang bisnis kuliner

– 40 tahun: Anak 2 sholeh sholehah, akhlaqnya baik, cerdas, bermanfaat baik untuk sekitar. Amin!; Konsultan, motivator success story

To be continued next year. 😀

 

 

Just say i’m dreamer. I don’t care, because yes I AM.. 🙂

A professional dreamer.

Nothing is imposible with  ALLAH and continously efforts and hardworks 🙂

 

Amien!

Semangat Semangat!

Menuju dua dua \m/

 

Jogjakarta, 11 Maret 2014

Bismillah.Barakallah. Amien.

Yara

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sherina- Sebelum Selamanya

Hei coba dengarkanlah harapan aku ini

Sebelum kita lanjutkan mimpi kita bersama

Hei coba pandanglah jiwa yang bertanya ini

Sebelum kita lanjutkan kisah yang berlangsung selamanya

 

 

Jaga hati yang ku serahkan untukmu

Jangan lupa rasa jatuh cinta pertama kita

Dan tali asmara yang kan diuji waktu

Berjanjilah sayangku sebelum selamanya

 

 

Hei jangan kau abaikan semua yang indah ini

Sebelum kita lanjutkan cita kita berdua

Hei ini guratan sebagai tanda tangan

Sebelum kita lanjutkan kasih yang dijanjikan selamanya

Selamanya

 

Jaga hati yang ku serahkan untukmu

Jangan lupa rasa jatuh cinta pertama kita

Dan tali asmara yang kan diuji waktu

Berjanjilah sayangku sebelum selamanya

(Berjanjilah sayangku)

(Sebelum selamanya)

(Sebelum selamanya)

 

Jaga hati yang ku serahkan untukmu

Jangan lupa rasa jatuh cinta pertama kita

Dan tali asmara yang kan diuji waktu

Berjanjilah sayangku sebelum selamanya

(Jaga hati yang ku serahkan untukmu)

Selamanya

(Jangan lupa rasa jatuh cinta pertama kita)

 

Dan tali asmara

(yang kan diuji waktu)

Berjanjilah sayangku sebelum

Berjanjilah sayangku sebelum

Selamanya..

 

 

I love this song. The music is unique. Sherina looks so cool in this song’s video. I love it!

Dari seorang teman…

Ilmu menjaga pandangan, tangan, dan hati

“Sahabat muslim jagalah pandangan dan tanganmu, sahabat muslimah jagalah akhlak dan pakaianmu”

Pendahuluan

Pada zaman sekarang ini duni penuh dengan kalimat yang bernama “FITNAH”. Oleh karena itu, kita harus lebih waspada dalam hal menjaga tutur kata, sikap, dan hati agar tidak terjerumus ke dalam jurang fitnah dajjal maupun manusia.

Suatu hari saya pernah membaca artikel tentang menjaga hati, tangan, dan mata kita agar selalu dalam lindungan Allah SWT. Artikel ini bermaksud untuk memberitahukan kepada seluruh kerabat muslim dan muslimah agar tahu betapa pentingnya menjaga haati dan pikiran.

Continue reading