Can’t help fallin’ in love with you…

 

yogyakarta-3

Jogjakarta.

Aku jatuh cinta pada  kota ini sejak pertama kali aku mengunjunginya, dulu, dulu sekali. Aku begitu jatuh cinta pada Jogjakarta hingga aku ingat aku pernah begitu bermimpi untuk melanjutkan pendidikan S1-ku di Jogjakarta. Sayangnya, saat itu Tuhan belum mengizinkan aku untuk tinggal di Jogjakarta. Ya, aku akhirnya melanjutkan studi di kota Bogor.

Jalan cerita hidupku ternyata pada akhirnya menghantarkanku ke kota ini, saat ini aku melanjutkan studi S2-ku di Jogjakarta. Aku tidak pernah menyangka, Tuhan menjawab impianku tinggal di Jogjakarta dengan cara seperti ini. Ternyata, dulu Ia bukannya tidak mengabulkan impianku, Ia hanya sedang menungguku siap untuk tinggal di Jogjakarta, Ia mempersiapkanku untuk tinggal di Jogjakarta.

Jujur, pertama kali aku menginjakkan kakiku di kota ini untuk melanjutkan studi S2-ku aku merasa sangat terharu. Tuhan menjawab doaku, yang nyaris terlupakan olehku. Ya, aku berpikir lagi, jika dulu Ia mengizinkan aku melanjutkan studi S1 ku di Jogjakarta pasti aku akan menghadapi banyak ujian dan kesulitan. Ya, saat itu aku belum bisa membawa kendaraan pribadi, baik dari lifeskill maupun keuangan, dan masih banyak hal-hal lain yang mungkin akan jadi penghambat untukku jika hidup di Jogjakarta . Ah, betapa Tuhan begitu sayang padaku, ia tahu timing yang paling tepat untuk mengabulkan impianku. Begitu banyak kemudahan yang aku rasakan di kota ini, saat ini. Aku berpikir, mungkin dulu Tuhan memberikanku begitu banyak cobaan luar-biasa menguji ketabahan di Kota Bogor agar aku siap menerima begitu banyak kemudahan di Kota Jogjakarta, kota impianku. Thanks, God. You’re Great. Ya, kebahagiaan akan semakin terasa sebagai kebahagiaan setelah kita merasakan begitu banyak kesedihan dan cobaan. Mungkin itu maksudNya tidak mengabulkan doaku dulu di saat itu juga. :’)

Jika kamu tanya apa yang membuatku jatuh cinta pada kota Jogjakarta, aku bingung menguraikannya. Aku hanya merasa, ” Yah, i’m in love with Jogjakarta“.

Mungkin karena suasananya begitu ‘adem’. Mungkin karena masyarakatnya berbudaya Jawa yang kental, dan masih banyak “mungkin-mungkin” yang lainnya. Aku bingung menguraikannya.

Satu hal yang aku tahu pasti, aku semakin sadar bahwa aku jatuh cinta pada Jogjakarta ketika aku berjalan-jalan mengendarai motor untuk mengelilinginya di malam hari, terlebih ketika aku mengelilinginya sendirian. Ah…. indah. Kota ini begitu indah. Redup cahaya lampu jalan berwarna kuning yang menenangkan, udara malam yang sejuk, jalanan yang lenggang, pemandangan yang luas di depan mata, dan…. musik yang aku dengarkan melalui headsetku. Ah, aku jatuh cinta. Kota ini memberikanku banyak inspirasi untuk menulis. Mmm, ralat, kota ini ‘mendorong’ ku mengeluarkan apa-apa saja yang tidak bisa aku sampaikan. Ah, aku bingung bagaimana menjelaskannya. Satu hal yang pasti, aku jatuh cinta pada kota ini.

Aku memilih tinggal di kota ini untuk melanjutkan studi-ku pun setelah melalui istikharah yang panjang, saat itu aku diterima di UI dan UGM. Akhirnya, aku mantap memilih melanjutkan studiku di kota ini.  Saat itu aku  berdoa, “mantapkanlah hatiku untuk memilih melanjutkan studi dari kedua universitas itu, di manapun itu, yang bisa membuatku…….. (Banyak kriteria yang aku syaratkan ketika aku berdoa untuk menentukan pilihan dari dua universitas tersebut).” Salah satunya, ” yang bisa mendekatkan aku dengan jodohku, siapapun itu yang terbaik menurutMu.”

Dan ya, tiba-tiba berkas penerimaanku di UI hilang, dan aku tidak punya dokumen ganda. Aku masih ingat betapa saat itu aku tertawa geli, caraNya lucu sekali untuk menjawab istikharahku yang panjang kala itu.

Dan di sinilah aku saat ini, Jogjakarta.  Aku merasa seperti ” This place is where i should belong to…”, ” Aku emang seharusnya ada di sini”, “This is my home”. Aku merasa seperti pulang kemana seharusnya aku berada. Entahlah. Aku bingung menguraikannya ke dalam tulisan.

“Kata orang,

” Sempatkanlah jatuh cinta di Jogjakarta.”

Ya aku tidak heran kenapa banyak orang berkata begitu. Kota ini begitu indah dan mungkin,  jatuh cinta akan semakin terasa indah di kota yang indah ini. I don’t know.

Di kota ini, sejauh ini,  aku justru merasakan begitu banyak kehilangan, proses pendewasaan, dan ujian keikhlasan. Ya, ceritaku di Jogjakarta diawali dengan begitu banyak cerita mengenai kehilangan, pilihan hidup yang rumit, dan ujian keikhlasan. But thanks to this beautiful town, perasaan kehilangan, sedih, dan akhir, dan semua perasaan lain yang membuatku begitu kacau tidak akan terasa seindah ini bila aku alami di kota lain. Ya, Jogjakarta mampu meredakan semua yang aku rasakan itu. Ia mampu membuatku tetap tersenyum, karena keindahannya. Aku hanya perlu mengelilinginya, sendiri, di malam hari. Aku cukup memandangi dan merasakan indahnya kota ini di malam hari, bernyanyi, dan angin malam akan menyegarkan perasaan sesak yang aku rasakan di sini. Kota sihir. Indah. Ajaib.

Aku harap aku juga bisa menyempatkan diri untuk jatuh cinta di Jogjakarta.

Entahlah. Cepat atau lambat Tuhan akan menjelaskan, mengapa Ia tempatkan aku di sini, setelah aku begitu lama melakukan istikharah dengan menyebutkan beragam kriteriaku itu saat akan memilih untuk tinggal di Jakarta atau kota ini. Jawaban-jawabannya akan datang, di waktu yang tepat. Bukankah sebelumnya sudah terbukti padaku… ? 🙂

Ya. Aku hanya perlu menunggu, dan bersabar. Insya Allah…. 🙂

 

1329952601_321094899_4-PAKET-ZIARAH-ROHANI-JOGJAKARTA-PAKET-TOUR-ROHANI-YOGYAKARTA-PAKET-ROHANI-JOGJA-Jasa-Lain

Jogjakarta, 7 Januari 2014

Thanks for your miracle, Jogjakarta… 🙂

by: Yara

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s