Inspirational Story of This Month: Indra Widjaja Antono: Kerja Cerdas, Target, dan Tenggat

 

Inspirational Story of This Month

Indra Widjaja Antono:  Kerja Cerdas, Target, dan Tenggat

Oleh: Tiara Anja Kusuma

1727592653p

 

Saya tidak pernah merasakan libur di hari Minggu, selain cuti. Semua saya pakai buat kerja. Hari minggu itu setelah dari gereja saya langsung keliling ke proyek. Bukan workaholic, tapi saya kerja cerdas dan semua yang saya lakukan ada target dan tenggat. Dari situ saya buat evaluasi, harus ada perbaikan dan tentu saja pencapaian,

                                                            (www.property–indonesia.com)

 

       Etos kerja pria berumur 42 tahun tersebut sukses mengantarkannya menjadi salah satu sosok yang menduduki posisi penting pada perusahaan pengembang di bidang properti terbesar di Indonesia, PT. Agung Podomoro Group.  Pada Tahun 2005,  Indra Widjaja Antono, di usianya yang terbilang muda (33 tahun), resmi menjadi Marketing Director perusahaan tersebut.

     Awalnya, Indra sempat menolak untuk menduduki posisi tersebut karena takut keputusan-keputusannya kelak tidak dipercaya mereka yang lebih senior dan berpengalaman. Namun, pada akhirnya ia mampu membuktikan bahwa ia memang layak menduduki posisi bergengsi tersebut melalui prestasi-prestasinya. Sejak menempati posisi Direktur Marketing APG, Indra  berhasil membuat kurva penjualan PT. Agung Podomoro Group meningkat. Catatan terakhir di Tahun 2009, 300 unit apartemen Podomoro City yang merupakan masterpiece APG dengan harganya yang tak bisa dibilang murah (Rp10 juta-14 juta/m2) berhasil terserap pasar dengan baik.

     Sukses menduduki posisi penting di bidang marketing pada usia muda, diakui Indra tidak diperolehnya secara instant. “Saya benar-benar memulai karir dari bawah. Sempat juga merasakan sebagai property sales secara door to door,” kenangnya

     Ia juga bahkan menyatakan bahwa awalnya menggeluti bidang marketing bukanlah cita-citanya. Pria yang dahulu bercita-cita menjadi pilot ini mengaku mulai tertarik mengenai bidang pemasaran semenjak ia memutuskan membantu orangtuanya membuka toko kelontong di Pasar Kebayoran Lama Jakarta akibat gagal masuk sekolah penerbangan Curug Tangerang. Ia menjadi semakin tertarik terhadap bidang marketing setelah mengagumi seorang ibu yang memiliki toko kelontong di seberang toko kelontong orangtuanya. Ibu tersebut memiliki pekerjaan sampingan yaitu menyewakan kios milik orang lain. “Saya kagum dengan keahlianya dalam meyakinkan orang untuk menyewa kios,” kenang Indra.

     Pada tahun 1989, Indra akhirnya memutuskan untuk mengikuti pelatihan di ERA Indonesia mengenai pemasaran properti. Di tahun tersebut pula, ia memulai karirnya pada bidang properti sebagai broker rumah bekas di ERA Indonesia. Dia menawarkan rumah seken dari pintu ke pintu atau door to door di wilayah Kebayoran Lama. “Saya tanya-tanya, siapa yang mau beli atau menyewa rumah,” ujarnya.

      Meskipun sering menghadapi penolakan dan caci maki dari calon konsumen, Indra tetap melanjutkan profesinya sebagai broker hingga tahun 1993.  Ia mengaku selama menjadi broker ia mampu mempelajari bagaimana cara berurusan dengan konsumen, sifat konsumen, hingga keadaan pasar. Guna memperdalam pengetahuannya mengenai bidang marketing properti, sembari bekerja, Indra memutuskan untuk berkuliah di Universitas Tarumanegara, Jurusan Real Estate Development (sekarang bernama Planologi). “Sore kuliah, pagi sampai siang menjadi broker”, ujarnya.

     Selama masih berkuliah di Universitas Tarumanegara, pria berkacamata ini juga sempat magang di PT. Metropolitan Land Development dan PT Dharmala Development (kini PT Intiland Development Tbk). Setelah lulus kuliah di Tahun 1993, Indra – bergabung dengan PT. Jakarta Baru Cosmopolitan (joint venture Summarecon dengan Batik Keris). Pada perusahaan tersebut dia mengawali karier di dunia marketing, berawal dari posisinya sebagai salesman, ia merangkak naik menjadi asisten supervisor, supervisor, hingga mencapai posisi asisten manajer marketing.

         Pada Tahun 2001, Indra memutuskan untuk meninggalkan jabatannya di PT. Jakarta Baru Cosmopolitan untuk bergabung dengan PT. Agung Podomoro Group. Keputusannya tersebut ternyata tidak salah, karir penyuka badminton dan travelling ini melesat. Dimulai dengan prestasinya sebagai general manager sales pada Tahun 2001- 2003 dengan proyek Sunter Agung sebagai tanggung jawabnya, ia dipercaya juga untuk menangani marketing dan ISO manajemen. Di tahun 2003, ia berhasil menduduki posisi wakil direktur marketing hingga akhirnya sejak tahun 2004 ia dipercaya menjadi Marketing Director PT. Agung Podomoro Group.

            Salah satu gebrakan awalnya sebagai direktur marketing di usia muda kala itu adalah mewujudkan “Back to The City”, konsep permukiman di tengah kota. Dia sempat mencoba naik kereta listrik untuk mendengarkan kebutuhan masyarakat urban terhadap hunian. Bahkan ia juga meluangkan waktu untuk sekedar berdiri di Jembatan Tomang untuk menyaksikan kegiatan warga usai pulang kerja. Selain melakukan pengamatan, ia juga rajin bertanya ke berbagai sumber. Pada akhirnya, ia menyimpulkan: tempat tinggal di tengah kota amat dibutuhkan. Soalnya, “Orang pasti ingin tinggal di tengah-tengah kota,” tambahnya.Dia pun mewujudkan konsep Back to The City dalam proyek Agung Podomoro dan sukses memasarkannya.

       Apa yang membuat Indra mendapat tempat begitu istimewa di lingkungan APG hingga ia dan diserahi tanggung jawab memantau 75.000 unit apartemen dan 25.000 unit residensial serta 5 properti superblok perusahaan pengembang properti tersebut?

     Jawabannya adalah etos kerja dan ketajamannya membaca pasar. Ketajamannya membaca pasar diakuinya dibentuk dari obsesinya menjadi pilot dulu. “Menjadi seorang pilot itu butuh ketepatan, akurasi, ketajaman, baik dalam mengambil keputusan maupun menganalisa. Dengan pola pikir dan kebiasaan seperti itu, nilai positifnya saya mampu membaca pasar dengan baik. Hingga kini, produk APG selalu tepat sasaran,” urai Indra yang sangat dihormati anak buahnya itu. (TAK)

Sumber:

http://www.properti-indonesia.com/articledetail.aspx?cat=Profile&aid=125

http://pemmasaran.blogspot.com/2013/03/cerita-sukses-pemasaran.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s